Monday, 10 October 2011

Ringkasan Shahih Muslim - 2 Jilid







Keterangan Produk:A. Pendahuluan

Kitab Shahih Muslim dipahami oleh umumnya ulama sebagai kitab sumber hadis sahih. Bersama kitab Shahih al-Bukhari, kitab ini menjadi khazanah yang tak ternilai bagi para ulama dalam memahami agama. Bahkan beberapa kelompok ulama seperti ulama Khurasan dan Maghribi meyakini bahwa kedudukan Kitab Shahih Muslim lebih tinggi dari Shahih al-Bukhari. Pernyataan dapat dipahami karena kitab ini memiliki plus tersendiri yang tidak dimiliki oleh kitab Shahih al-Bukhari.

B. Penulis Kitab Shahih

Penulis kitab Shahih Muslim adalah Al-Imam Abul Husain Muslim bin al-Hajjaj bin Muslim bin Kausyaz al-Qusyairi an-Naisaburi. Lahir di Naisaburi, sebuah daerah di Usbekistan, Asia Tengah, pada tahun 204 H dan wafat pada tahun 261 H. Ia belajar agama sejak kecil dan terkenal dengan sifat tawadhu dan wara.

Guru-gurunya pada umumnya sama dengan guru Imam Bukhari. Pada awal sekali ia belajar kepada Imam al-Dakhili, kemudian Yahya ibn Yahya, Ishaq ibn Rawaih, Ahmad ibn Hanbal, Abdullah ibn Maslamah, Imam al-Dzihli dan Imam Bukhari. Tetapi, dari kedua gurunya yang disebutkan terakhir, al-Dzihli dan al-Bukhari, ia tidak meriwayatkan satu hadis pun. Hal ini ditanggapi secara beragam oleh para ulama. Sebagian mengatakan bahwa ia menghindari konflik antara al-Dzihli dan al-Bukhari, sehingga ia menjaga perasaan kedua gurunya dengan tidak meriwayatkan hadis dari mereka berdua. Sebagian lagi mengatakan bahwa Imam Muslim tidak meriwayatkan hadis dari Imam Bukhari, karena ia berusaha mencari jalur sanad yang lain.

Dalam mencari dan mendapatkan hadis-hadis Nabi yang sudah tersebar, ia berkelana selama 15 tahun dan mendapatkan sebanyak 500.000 buah hadis. Ia bolak-balik dari satu negara ke negara lain, Hijaz, Syam, Irak dan Mesir. Dari safarinya mencari hadis-hadis Nabi ia menghasilkan beberapa karya, antara lain : al-Musnad al-Kabir, Kitab al-Mukhadhramin, Kitab Aulad al-Shahabah dan lain-lain.

C. Nama Kitab dan Kandungan Hadis

Kitab Shahih Muslim diberi nama oleh penulisnya dengan Al-Musnad al-Shahih. Kitab ini berisi 4.000 buah hadis. Tetapi jika dihitung secara keseluruhan termasuk hadis-hadis yang diulang penulisannya, maka sebagian ulama menyatakan seluruhnya berjumlah sebanyak 12.000 buah hadis. Dari 4000 buah hadis telah mencakup hadis-hadis dalam berbagai bidang keagamaan seperti : keimanan, hukum, akhlak, tafsir, sirah, dan lain-lain. Oleh karena itu, para ulama menyebut kitab Muslim ini dengan kitab al-Jami’.

Berbeda dengan Imam Bukhari, Imam Muslim membuat sebuah tulisan pendahuluan untuk kitabnya ini. Dari sinilah para ulama menemukan kriteria dan pandangan imam Muslim berkenaan dengan hadis-hadis Nabi. Lebih jauh dapat dijelaskan bahwa catatan pendahuluannya berisi penjelasan tentang pembagian dan macam-macam hadis, hadis-hadis yang dicantumkan dalam shahihnya, keadaan para perawi dan mengungkapkan cela-celanya, menerangkan pentingnya isnad, dan berdalil dengan hadis shahih

D. Kriteria dan Sistematika Kitab Shahih

Dari penejelasan ini terlihat bahwa hadis-hadis yang dimasukan ke dalam kitab Shahih-nya, adalah hadis-hadis yang memiliki alasan kesahihan yang kuat. Di samping itu, ia juga menyatakan bahwa hadis-hadisnya sebagiannya disepakati oleh para ulama.

Dari penelitian yang dilakukan terhadap hadis-hadisnya, imam muslim menggunakan kriteria yang dipakai dalam dalam menentukan kesahihan, yaitu: sanad bersambung, perawi yang adil, dhabit serta tidak memiliki syadz dan illat. Tetapi dalam menentukan kebersambungan sanad, Imam Muslim tidak seketat Imam Bukhari, di mana bila perawinya tsiqah, ia cukup mengasumsikan sanad bersambung dengan terjadinya muasharah (kesezamanan) antara para perawi dan kemungkinan liqa (terjadi pertemuan dalam kapasitas guru dan murid), yakni bila daerah tempat tinggal mereka tidak berjauhan. Di samping itu, rawi-rawi yang digunakan oleh Imam Muslim termasuk juga rawi-rawi dari murid-murid Imam al-Zhuhri yang adil dan dhabit, tetapi tidak lama menyertai Imam al-Zhuhri. Sementara Imam al-Bukhari lebih banyak menggunakan rawi-rawi dari kalangan murid Imam al-Zhuhri yang lama menyertai al-Zhuhri.

Sistematika penulisan kitab Shahih Muslim diakui oleh banyak ulama sebagai sistematika yang lebih baik. Pertama, ia menyebut menempatkan hadis-hadis yang semakna beserta sanadnya dalam satu kelompok tertentu. Kedua, ia menghimpun sanad yang muttafaqun alaihi

Harga: 250.00
Harga promosi: RM150.00

No comments:

Post a Comment